WAHYUNINGSIH, WINA (2024) PENERAPAN TERAPI OKUPASI (MENGGAMBAR) DALAM MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN PADA PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID. Diploma thesis, STIkes Muhammadiyah Ciamis.
1. COVER.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (337kB)
2. PERSETUJUAN.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (395kB)
3. PENGESAHAN.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (323kB)
5. INTISARI dan ABSTRACT.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (610kB)
12. BAB I.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (410kB)
13. BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (559kB)
14. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (453kB)
15. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (801kB)
16 BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (203kB)
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (533kB)
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan penyakit gangguan kejiwaan yang mempengaruhi fungsi otak. Hampir semua penderita dengan skizofrenia mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan gangguan persepsi sensori, berupa munculnya sensasi palsu seperti suara, rasa, sentuhan, penglihatan, atau penciuman yang sebenarnya tidak terjadi atau tidak ada. Salah satu jenis halusinasi yang sering dijumpai yaitu halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran dapat berupa bunyi mendenging atau suara bising yang tidak mempunyai arti, tetapi lebih sering terdengar sebagai sebuah kata yang bermakna. Hal ini perlu dilakukan pencegahan agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. Salah satu cara terapi yang dapat diberikan adalah penerapan terapi okupasi (menggambar) sebagai bentuk cara mengontrol hamusinasi pendengaran. Berdasarkan data dari WHO (2021), terdapat 35 juta orang mengalami depresi, 60 juta orang menderita gangguan bipolar, 47,5 orang mengalami demensia, dan 21 juta orang mengalami skizofrenia. Tujuan: Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran dengan penerapan terapi okupasi (menggambar) dalam mengontrol halusinasi pendengaran. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendeatan studi kasus. Dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Sampel yang diambil adalah 1 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran. Hasil: Hasil studi kasus pada tahap pengkajian diketahui bahwa keluarga pasien mengatakan pasien tidak dapat mengontrol halusinasi pendengaran. Diagnosa keperawatan yang ditetapkan adalah halusinasi pendengaran. Intervensi dan Implementasi yang digunakan adalah 3 Strategi Pelaksanaan halusinasi pendengaran dengan intervensi fokus adalah pemberian terapi okupasi (menggambar). Kesimpulan: Kesimpulan dan Intervensi terapi okupasi (menggambar) untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien halusinasi pendengaran. Hal ini dapat terjadi apabila pasien dapat fokus dalam melakukan terapi okupasi (menggambar).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | KTI |
| Uncontrolled Keywords: | Terapi Okupasi (menggambar), Skizofrenia, Halusinasi Pendengaran |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Program Studi > D-III Keperawatan |
| Depositing User: | UPT Perpustakaan STIKes Muhammadiyah Ciamis |
| Date Deposited: | 22 Sep 2025 03:05 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 03:05 |
| URI: | https://repository.stikesmucis.ac.id/id/eprint/854 |
