MERLIANA PUTRI, MELISA (2025) DAMPAK FATHERLESS DALAM PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA AKHIR. Bachelor's Degree thesis, STIKes Muhammadiyah Ciamis.
1. Cover.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (50kB)
2. Persetujuan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (69kB)
3. Pengesahan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (192kB)
5. Intisari dan Abstract..pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (14kB)
13. BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (908kB)
14. BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution No Derivatives.
Download (1MB)
15. BAB III Metodologi Penelitian.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (358kB)
16. BAB IV Hasil Penelitian.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (647kB)
17. BAB V Simpulan dan Saran.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (192kB)
18. Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (502kB)
Abstract
Konsep ketidakhadiran ayah diciptakan pada tahun 1990 oleh Don Browning, seorang teolog dari Universitas Chicago. Fatherless adalah ketidakhadiran peran dan posisi seorang ayah dalam kehidupan seorang anak. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) 2022, keluarga di Indonesia memiliki jumlah keluarga yang tidak utuh meningkat sebesar 15,31% dari tahun 2021 hungga 2022, yang berarti 516.344 keluarga bercerai. Sebagian besar kasus orang tua tunggal ini adalah hasil perceraian, perselisihan, masalah ekonomi, ditinggal pasangan (selingkuh), KDRT. Kematian juga merupakan alasan orang tua tunggal. Pengasuhan dan struktur keluarga yang rusak akan berdampak pada psikologis anak. Ketidakhadiran peran ayah secara fisik maupun psikologis dalam hidup seorang anak dapat menyebabkan kesepian (loneliness), iri/cemburu (envy), malu (shame), marah (anger), kehilangan (lost), kurangnya kontrol diri (self control), harga diri rendah (self esteem), kecenderungan neurotic (cemas). Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui dampak fatherless dalam perkembangan psikologi remaja akhir. Metode: pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dan analisis data colaizzi. Dengan jumlah partisipan 3 orang yang berusia 22 tahun dan termasuk kategori remaja akhir. Hasil: dalam penelitian ini 3 orang partisipan mengalami dampak dari keadaan ketiadaan ayah yang mereka alami. Fatherless yang di alami oleh ketiga partisipan ini di sebabkan oleh masalah ekonomi hingga berujung pada perceraian, perselingkuhan, dan cerai mati. Lalu dari ketiga partisipan ini yang menjadi pokok utama yang dirasakan oleh ketiga partisipan adalah ada pada iri/cemburu (envy) yang dirasakan sampai saat ini, dan pada kurangnya kontrol diri (self control). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan juga bahwa menjadi anak tanpa kehadiran seorang ayah itu sulit, baik di posisi anak perempuan atau laki-laki. Kesimpulan: dengan dilakukan penelitian ini bahwa ketiadaan ayah dapat berdampak pada fisik dan psikologis anak, yaitu pada remaja akhir yang dimana dalam masa ini adalah masa peralihan dari anak menuju dewasa awal di STIKes Muhammadiyah Ciamis
| Item Type: | Thesis (Bachelor's Degree) |
|---|---|
| Additional Information: | SKRIPSI |
| Uncontrolled Keywords: | fatherless, remaja akhir |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Program Studi > S-1 Keperawatan |
| Depositing User: | UPT Perpustakaan STIKes Muhammadiyah Ciamis |
| Date Deposited: | 23 Sep 2025 03:49 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 06:15 |
| URI: | https://repository.stikesmucis.ac.id/id/eprint/939 |
